text

KESEHATAN ADALAH HAK SETIAP MANUSIA YANG HARUS DIPENUHI

Jumat, 29 November 2013

KEEHATAN LINGKUNGAN KERJA

Kesehatan lingkungan kerja sering kali dikenal juga dengan istilah Higiene Industri atau Higiene Perusahaan. Kegiatannya bertujuan agar tenaga kerja terlindung dari berbagai macam resiko akibat lingkungan kerja. Menurut Suma’mur (1976) Higiene Perusahaan adalah spesialisasi dalam ilmu hygiene beserta prakteknya yang melakukan
penilaian pada faktor penyebab penyakit secara kualitatif dan kuantitatif di lingkungan
kerja Perusahaan, yang hasilnya digunakan untuk dasar tindakan korektif pada lingkungan, serta pencegahan, agar pekerja dan masyarakat di sekitar perusahaan terhindar dari bahaya akibat kerja, serta memungkinkan mengecap derajat Kesehatan
yang setinggi- tingginya.


Di Indonesia, upaya Kesehatan lingkungan kerja dikembangkan selaras dengan
aspek ergonomi, kesehatan dan keselamatan kerja, baik dari segi keilmuan maupun
penerapannya. Sedang pada perusahaan besar diberbagai Negara, pelaksananya adalah
Industrial Hygienist yang mempunyai latar belakang pendidikan teknis yang memperoleh
tambahan pengetahuan dibidang lain yang terkait seperti fisika, kimia, kesehatan,
kedokteran dan sebagainya.

Dalam penerapan Kesehatan lingkungan kerja dikenal tiga aspek utama yakni pengenalan, penilaian dan pengendalian lingkungan kerja. Teknik identifikasi/
pengenalan lingkungan kerja dapat dilakukan melalui suatu “ walk through survey “ atau survey pendahuluan berupa pencatatan data dan observasi secara umum seperti nama
bagian, jumlah pekerja, proses produksi/ lay out proses, bagan perusahaan dan
dilanjutkan dengan pengamatan tentang potensi bahaya, jenis mesin/ peralatan, tanda
peringatan, tata rumah tangga, tanggap darurat, tehnologi pengendalian yang ada dan
sebagainya.

Kegiatan tersebut dilakukan oleh ahli hygiene perusahaan, yang berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang dimilikinya, seringkali telah dapat menentukan
permasalahan lingkungan kerja di perusahaan, secara garis besar.
Dengan demikian, pengenalan lingkungan bermanfaat guna mengetahui secara
kualitatif bahaya potensial di tempat kerja, menentukan lokasi, jenis dan metode
pengujian yang perlu dilakukan.

Pada tahap penilaian / evaluasi lingkungan, dilakukan pengukuran, pengambilan
sampel dan analisis di laboratorium. Melalui penilaian lingkungan dapat ditentukan
kondisi lingkungan kerja secara kuant itatif dan terinci, serta membandingkan hasil
pengukuran dan standar yang berlaku, sehingga dapat ditentukan perlu atau tidaknya
teknologi pengendalian, ada atau tidaknya korelasi kasus kecelakaan dan penyakit akibat kerja dengan lingkungannya , serta sekaligus merupakan dokumen data di tempat kerja .

Penerapan pengendalian merupakan metode teknik untuk menurunkan tingkat factor bahaya lingkungan sampai batas yang masih dapat ditolerir dan sekaligus
melindungi pekerja.

PANDUAN BAGI PENGELOLA JURNAL ILMIAH


I.             Pengelolaan Jurnal Ilmiah

Jurnal ilmiah dapat diterbitkan oleh asosiasi profesi, lembaga riset, universitas maupun penerbit, dengan lingkup yang sebaiknya cukup spesifik. Pengelola jurnal terdiri dari Ketua dewan redaksi, anggota dewan redaksi, serta redaksi pelaksana jurnal. Hal mendasar yang perlu diperhatikan adalah:
1.      Sumber Pendanaan
Jurnal yang masih dibaca oleh kalangan terbatas sangat sulit jika mengandalkan pendanaan dari penjualan buku jurnal sementara biaya produksi saat ini cukup tinggi. Sementara itu, pemasangan iklan justru akan menurunkan penilaian akreditasi, sedangkan pemungutan biaya dari penulis pun tampaknya tidak akan membantu banyak. Oleh karena itu, lembaga yang akan menerbitkan jurnal sebaiknya telah mengalokasikan dana dari anggaran tahunannya sehingga jurnal dapat terbit secara reguler terhambat masalah pendanaan.
2.      Penghimpunan Artikel
Jurnal yang baru terbit seringkali terhambat regularitasnya karena kurangnya artikel yang masuk. Beberapa cara yang dapat digunakan untuk menghimpun artikel adalah dengan cara:
a.       Mengundang peserta seminar atau konferensi ilmiah untuk memasukan makalahnya di jurnal.
b.       Menginformasikan Call for Paper jurnal di kalangan peneliti baik melalui email, edaran leaflet, menyimpan contoh terbitan di acara seminar maupun konferensi ilmiah, dan lain-lain.
c.       Mengundang mahasiswa S2 maupun S3 untuk memasukan makalahnya di jurnal, khususnya mahasiswa yang belum membutuhkan nilai kum yang tinggi.
d.       Pada dasarnya, jurnal yang telah memiliki image yang baik tidak akan kekurangan makalah. Untuk itu salah satu cara untuk menghimpun artikel adalah dengan membangun image yang baik, diantaranya dengan meningkatkan regularitas penerbitan, memperketat proses evaluasi yang tidak terlalu lama, mengupayakan diperolehnya Peringkat Akreditasi, serta mendaftarkan jurnal pada penyedia database citation index internasional (contohnya: Scopus, yang secara otomatis mendaftarkan jurnal yang lolos masuk listnya ke dalam Elsevier Bibliographic)
3.      Pendistribusian Jurnal
Jurnal yang telah diterbitkan perlu didistribusikan agar dapat dibaca oleh orang lain. Salah satu cara untuk mendistribusikan adalah dengan menyebarkan ke Lembaga-lembaga Penelitian serta Perpustakaan Universitas/Lembaga Pemerintah yang bidangnya terkait, baik di dalam maupun di luar negeri. Kendala yang cukup besar adalah masalah biaya pengiriman, sehingga untuk penyebaran konten jurnal keluar dapat dilakukan dengan menyediakan artikel tersebut di web jurnal sehingga dapat didownload oleh orang lain (baik melalui metode berbayar maupun tidak). Walaupun begitu, setiap jurnal tetap harus mengalokasikan dananya untuk mendistribusikan jurnal cetak sehingga dapat memenuhi persyaratan akreditasi sebanyak minimal 300 eksemplar.
Berikut akan dijelaskan bagaimana proses penerbitan jurnal secara umum dari tahap awal, proses evaluasi, penerbitan, hingga proses distribusi.

I.1        Penerbitan Jurnal Baru

Proses awal penerbitan jurnal adalah:
1.      Mendefinisikan Nama Jurnal
2.      Menyusun anggota dewan redaksi yang terdiri dari para ahli di bidang yang sesuai dengan lingkup jurnal
3.      Menunjuk Ketua Dewan Redaksi
4.      Menyusun aturan penulisan, proses evaluasi, serta desain sampul depan jurnal
5.      Menyiapkan makalah untuk penerbitan perdana
  1. Mengajukan Permohonan nomor ISSN ke Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah (PDII), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dengan melengkapi persyaratan yang diperlukan, yaitu:
    1. Melampirkan halaman editorial jurnal yang memuat nama Ketua dan anggota dewan redaksi, penerbit, serta informasi untuk penulis
    2. Melampirkan Daftar isi dari terbitan pertama
    3. Mengisi Formulir Isian Data Bibliografi Majalah (Lampiran I)
    4. Mengisi Formulir Evaluasi ISSN (Lampiran II)
    5. Membayar biaya administrasi
Jurnal yang telah mendapatkan nomor ISSN akan diberi barcode yang harus dimunculkan di halaman sampul jurnal.
7.      Setelah jurnal diterbitkan, jurnal memiliki kewajiban untuk mengirimkan copy jurnal ke PDII LIPI, juga ke Perpustakaan Nasional.

I.2                  Proses Penerbitan Jurnal Ilmiah

Penerbitan jurnal ilmiah dilakukan melalui beberapa proses yaitu:
1.      Pengumpulan makalah
2.      Proses evaluasi makalah oleh reviewer yang ditunjuk
3.      Proses revisi makalah
4.      Pengeditan makalah yang telah dinyatakan Accepted
5.      Pengiriman hasil penyuntingan makalah kepada penulis untuk dilakukan proof read
6.      Permintaan Assignment of Copyright dari penulis
7.      Penerbitan jurnal ilmiah
Secara rinci, prosesnya adalah sebagai berikut:
Formulir yang diperlukan dalam proses evaluasi yaitu:
1.      Lembar Disposisi Makalah (Lampiran III).
2.      Formulir Evaluasi Makalah (Lampiran IV)
3.      Formulir Copyright Transfer  (Lampiran V)
Lembar disposisi makalah tidak lagi diperlukan jika sistem pengelolaan makalah telah dilakukan secara online. Sedangkan Formulir Evaluasi Makalah tetapi diperlukan tetapi dibuat dalam versi online.
Untuk melakukan penyuntingan makalah, perlu dibuat suatu aturan penyuntingan secara detail yang distandarkan dan harus dipatuhi sehingga hasilnya akan selalu seragam dan rapi. Aturan penyuntingan dapat mengacu pada jurnal-jurnal yang telah ada, tetapi sebaiknya mengacu pada jurnal internasional yang telah menggunakan aturan yang umum digunakan. Cara yang cukup mudah dalam hal penyuntingan ini adalah dengan membuat template yang dapat digunakan oleh penulis untuk mengedit sendiri makalahnya (Lampiran VI).

II.          Pengajuan Akreditasi Jurnal Ilmiah

Akreditasi Jurnal Ilmiah diberikan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DP2M DIKTI) sehingga pengajuan akreditasi pun dilakukan sesuai panduan yang diberikan oleh DP2M DIKTI.

II.1              Tata Cara Evaluasi

II.1.1    Kriteria Eligibilitas/Kelayakan Berkala

Berkala yang diajukan untuk diakreditasi harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
1.      Berkala harus bersifat ilmiah, artinya memuat artikel yang secara nyata mengandung data dan informasi yang memajukan pengetahuan, ilmu, dan teknologi.
2.      Berkala diterbitkan oleh perguruan tinggi, lembaga ilmiah, dan organisasi profesi ilmiah.
3.      Berkala telah terbit minimal 6 kali (3 tahun jika terbit 2 kali per tahun, 2 tahun bila terbit 3 kali) berturutan, terhitung mundur mulai tanggal atau bulan pengajuan akre­ditasi.
4.      Frekuensi penerbitan berkala ilmiah minimal 2 kali dalam satu tahun secara teratur.
5.      Jumlah tiras tiap kali penerbitan minimal 300 eksemplar.
6.      Jumlah artikel setiap terbit sekurang-kurangnya 5 artikel, kecuali jika berbentuk monograf.
7.      Akreditasi ulang diajukan 6 bulan sebelum habis masa akreditasi.
8.      Berkala yang gagal mendapatkan akreditasi atau yang ingin menaikkan peringkatnya diper­bolehkan mengajukan lagi paling cepat setelah 2 tahun.

II.1.2    Prosedur Pengajuan

1.      Pengajuan usulan akreditasi disampaikan oleh ketua dewan redaksi kepada Direktur Jende­ral Pendidikan Tinggi u.p. Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masya­rakat.
2.      Ketua dewan redaksi/pengelola berkala yang mengajukan akreditasi diwajibkan mengisi:
a.       Formulir Isian Pengajuan Akreditasi (Formulir 1 – Lampiran VII).
b.       Formulir Biodata Dewan Editor, minimal 5 orang anggota (Formulir 2 – Lampiran VIII)
c.       Formulir Evaluasi Diri (Formulir 3 - Lampiran IX).
Ketiga formulir tersebut masing-masing rangkap tiga.
3.      Menyerahkan contoh setiap nomor penerbitan (6 Nomor) selama dua atau tiga tahun ter­akhir, masing-masing  3 eksemplar.
4.      Apabila persyaratan yang tercantum pada butir 2 dan 3 tidak lengkap usulan tersebut tidak akan ditindaklanjuti.

II.1.3    Mekanisme Penilaian

1.      Kelengkapan persyaratan administrasi diperiksa oleh Sekretariat DP2M, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
2.      Evaluasi berkala ilmiah dilakukan oleh Tim Penilai Ditjen Dikti yang bersertifikasi. Peni­laian dilakukan oleh penilai yang sesuai bidang kompetensinya dengan bidang ilmu berkala.   
3.      Setiap berkala dinilai oleh sekurang-kurangnya dua orang penilai dengan  menggu­nakan ins­tru­men penilaian yang telah ditetapkan.
4.      Pengambilan keputusan hasil penilaian dilakukan secara bertahap. Dalam sidang pleno para penilai menyampaikan hasil penilaiannya, yang kemudian akan disela­raskan oleh komisi penyelaras. Selanjutnya komisi penyelaras menyampaikan reko­mendasi kepada Dirjen Dikti melalui Direktur P2M untuk menerbitkan Surat Kepu­tusan Akreditasi.
5.      Direktur Jenderal menerbitkan Surat Keputusan Akreditasi dan Sertifikat yang diter­bitkan oleh Direktur P2M.
Panduan Akreditasi Jurnal Ilmiah dapat dilihat pada Website dikti: www.dp2m-dikti.net.

II.2              Mekanisme Penilaian Berkala

II.3              Kiat-kiat untuk Terakreditasi

Saat ini Dikti menerapkan sistem penilaian yang cukup ketat untuk menetapkan suatu jurnal terakreditasi atau tidak. Hal-hal yang perlu diperhatikan agar dapat terakreditasi tentu saja dengan memenuhi berbagai kriteria penilaian yang ada di dalam panduan akreditasi jurnal ilmiah yang dikeluarkan oleh dikti. Beberapa hal yang perlu diperhatikan agar dapat terakreditasi diantaranya adalah:
1.      Keterlibatan Mitra Bestari, yaitu penelaah jurnal yang bukan merupakan anggota dewan redaksi.
2.      Proses evaluasi yang ketat, sehingga makalah yang dihasilkan pun secara substansi memiliki kualitas yang baik dan berdampak tinggi pada kemajuan ilmu dan teknologi.
3.      Kekonsistenan format dan penampilan, yaitu jurnal dicetak dengan format yang seragam. Dalam hal ini, dituntut adanya konsistensi dalam hal sistematika dan penomoran bab dan sub bab, nama dan alamat penulis, sitasi, penulisan referensi, tabel dan gambar, caption tabel dan gambar, penulisan dan penomoran persamaan matematika (equation), penempatan gambar, penomoran halaman, serta penulisan istilah. Dari segi tampilan, desain cover jurnal harus konsisten dan mempunyai ciri khas. Selain itu, ketebalan jurnal pun harus konsisten.
4.      Kelengkapan lain, yaitu pemuatan halaman editorial, informasi untuk penulis, daftar isi, indeks subjek dan indeks pengarang, ISSN (dan barcodenya), abstrak dan kata kunci makalah.
5.      Regularitas penerbitan, yaitu jurnal diterbitkan sesuai jadwal yang telah direncanakan dan diterbitkan secara rutin
6.      Distribusi jurnal, yaitu mendistribusikan jurnal sehingga dapat dibaca oleh orang lain, termasuk kewajiban mengirimkan jurnal ke PDII LIPI dan juga ke Perpustakaan Nasional. Dalam hal ini, bukti pengiriman perlu diarsipkan untuk kelengkapan pengajuan akreditasi.

II.4              Kriteria Jurnal Internasional DIKTI

Kriteria umum yang diberikan oleh Dikti adalah sebagai berikut:
1.      Bahasa yang digunakan adalah bahasa PBB (Inggris, Perancis, Spanyol, Arab, Cina)
2.      Pengelolaan naskah sedemikian rupa sehingga naskah yang diterima cepat terbit (rapid review) dan ada keteraturan terbit
3.      Jurnal berkualitas (prestisius), bisa dilihat dari daftar penelaah naskahnya dan Editorial Board-nya yaitu pakar di bidangnya dalam dan luar negeri.
4.      Dibaca oleh banyak orang di bidangnya, bisa dilihat dari distribusi/peredarannya (circulation).
5.      Menjadi acuan bagi banyak peneliti (citation).
6.      Tercantum dalam Current Content dan sejenisnya (di PDII ada juga majalah abstrak yang disebut Fokus, tapi berbahasa Indonesia).
7.      Artikel yang dimuat berkualitas, bisa dilihat dari kemutakhiran topik dan daftar acuannya.
8.      Penyumbang artikel/naskah berasal dari banyak negara
9.      Penelaah berasal dari banyak negara yang terkemuka di bidangnya.
10.  Menawarkan off-prints/reprints.
11.  Terbit teratur sesuai dengan jadwal yang ditentukan.
12.  Penerbitan jurnal tidak terkendala oleh dana.
13.  Bukan jurnal Jurusan, Fakultas, Universitas atau Lembaga yang mencerminkan derajat kelokalan.  Seyogyanya diterbitkan oleh himpunan profesi.
14.  Memberi kesempatan penulis artikel membaca contoh cetak
15.  Artikel yang dominan (kalau bisa > 80%), berupa artikel orisinil (hasil penelitian), bukan sekadar review atau ulasan.
16.  Kadar sumber acuan primer >80%, derajat kemutakhiran acuan >80%.
17.     Tersedia Indeks di setiap volume.
18.     Ketersediaan naskah tidak  menjadi masalah. Angka penolakan ± 60%
19.     Mempertimbangkan Impact Factor, yaitu:

Faktor ini dihitung tahunan. Contoh Impact Factor beberapa jurnal pada tahun 1993: Cell 37.192; Nature 22.326; EMBO Journal 13.208; Eur J Biochem 3.306; Appl Biochem Biotech 0.731.

III.      Pengembangan Website Jurnal

Untuk lebih memperluas pembaca jurnal, sebaiknya jurnal ilmiah membuat sebuah website yang menampilkan artikel-artikel yang telah diterbitkan di dalam jurnal ilmiah tersebut. Artikel dapat didownload secara bebas (free) oleh pembaca atau juga dapat dipublikasikan di web secara berbayar. Lebih luas lagi, website jurnal dapat pula digunakan sebagai sarana untuk proses submit dan review makalah secara online.
Langkah-langkah dalam pembuatan website jurnal ilmiah kurang lebih sebagai berikut:
1.      Mendefinisikan proses bisnis (flow chart) pengelolaan jurnal ilmiah, mulai dari proses submit, penunjukkan reviewer, proses review, pengiriman hasil review, proses penerimaan hasil revisi makalah, proses pengambilan keputusan, penyuntingan, proof read, serta proses publikasi makalah
2.      Mendefinisikan user­ yang akan menggunakan fasilitas website tersebut
3.      Menunjuk programmer untuk membuatkan sistem informasi pengelolaan jurnal ilmiah
4.      Melakukan uji coba di depan dewan redaksi secara berulang-ulang
5.      Melakukan perbaikan fitur-fitur yang masih kurang sempurna
6.      Menyiapkan server untuk menyimpan database website tersebut
7.      Mempublikasikan website.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah:
1.      Tidak semua user siap dengan sistem yang fully online, sehingga seringkali perlu di-backup dengan sistem yang masih manual
2.      Fitur-fitur yang ada perlu diuji berulang-ulang agar sesuai dengan kebutuhan user
3.      Web tidak harus selalu dibangun dari nol, bisa saja menggunakan software yang telah ada untuk kemudian di-customize sesuai dengan kebutuhan jurnal ilmiah yang ada
4.      Pembangunan website pengelolaan jurnal perlu didukung dengan analisa awal yang baik terhadap proses bisnis yang ada, sehingga hasil akhirnya sesuai dengan kebutuhan dan benar-benar dapat digunakan.

Untuk jurnal di lingkungan ITB, pemuatan artikel jurnal di web dapat dilakukan dengan memanfaatkan fasilitas dari Unit Sumber Daya Informasi (USDI). Dalam hal ini, USDI menyediakan fasilitas E-Journal dengan alamat http://ejournal.itb.ac.id, sehingga setiap jurnal yang sudah maupun belum memiliki web dapat mempublikasikan makalah-makalahnya secara online. Pendaftaran jurnal ke dalam E-Journal, dapat dilakukan dengan menghubungi USDI melalui email: pelita@pusat.itb.ac.id.

IV.       Pendaftaran Jurnal ke Penyedia Database Citation Index

Publikasi jurnal ilmiah secara online melalui media sistem informasi dapat dijadikan sarana juga dalam rangka penginternasionalan jurnal ilmiah melalui pendaftaran pada situs pengindex seperti Google Scholar, Scopus, ISI Knowledge, dan lain-lain. Beberapa situs pengindex yang ada saat ini diantaranya adalah Google Scholar, ISI Knowledge, serta Scopus.

IV.1            Pendaftaran Google Scholar

Google Scholar, beralamat di http://scholar.google.com, merupakan salah satu website pengindex artikel ilmiah yang berada di bawah Google. Untuk mendaftarkan jurnal ke Google Scholar, langkah-langkahnya adalah:
1.      Sebelum mendaftarkan situs untuk dimasukan ke dalam Google Scholar, pastikan web tersebut telah memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Jika persyaratan tidak terpenuhi, maka proses pencatatan artikel akan ditunda atau situs tersebut akan ditolak untuk dimasukan ke dalam index Google Scholar. Untuk mempelajari lebih lanjut tentang Google Scholar, dapat dipelajari informasi untuk penerbit pada alamat berikut http://www.google.com/scholar/publishers.html.
2.      Syarat-syarat pendaftaran situs ke Google Scholar:
a.       Konten yang dimuat pada situs jurnal tersebut harus terdiri dari artikel-artikel ilmiah. Konten seperti buku dan editorial tidak cocok untuk Google Scholar.
b.       Jika situs jurnal tersebut menggunakan robots.txt file (contoh: www.web-anda.com/robots.txt), tambahkan baris berikut pada web tersebut:
User-agent: Googlebot
Allow: /
c.       Penggunaan Flash, Javascript, atau navigasi berbasis form membuat sistem otomatis Google kesulitan untuk mencari, mengidentifikasi, dan men-site artikel pada web jurnal tersebut. Jika web tersebut menggunakan tipe navigasi seperti itu, buat peta situs sederhana dengan link pada setiap file-file artikel dan kemudian tuliskan link tersebut pada formulir pendaftaran.
d.       Google tidak dapat mencatata artikel yang dibagi ke dalam beberapa file, atau beberapa artikel yang digabungkan ke dalam satu file.
e.       Web jurnal tersebut harus menyediakan file jurnal atau abstraknya secara gratis tanpa perlu melakukan login. Informasi Daftar Pustaka tanpa abstrak atau artikel lengkap tidak akan dicatat.
4.      Isi formulir berikut:

Publication Details
URL of sample article   :  __________________________________________________ 
Does your website require a registration  or subscription to access articles?   ___________
Number of articles          : ________________________

Contact Information
Please include your contact information below so our team has a way to reach you with any questions.
Organization Name        : ___________________
Contact Name                   : __________________
Email address                   :__________________
Phone                                   :_____________________
Comments                         : ___________________

IV.2            Pendaftaran Scopus

Scopus merupakan website yang memiliki database abstrak dan sitasi terbesar yang datanya bersumber dari literature-literatur yang dievaluasi oleh peer. Scopus juga memiliki tools untuk mencari, menganalisa, dan menampilkan hasil-hasil riset berdasarkan bidang-bidang tertentu.
Untuk mendaftarkan jurnal ilmiah pada scopus langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
1.      Masuk ke alamat berikut: http://suggestor.step.scopus.com/suggestTitle.cfm
2.      Isi formulir Scopus Title Suggestion (Lampiran X), klik Submit
3.      Setelah formulir diproses, jurnal akan dihubungi via email untuk mengirimkan 3 (tiga) contoh artikel dalam bahasa Inggris
4.      Jika jurnal telah memenuhi syarat, maka jurnal akan dikirimi email pemberitahuan bahwa jurnal tersebut telah masuk ke dalam Scopus Title List dan diperbolehkan untuk mencantumkan logo Scopus di web jurnal yang bersangkutan.

   

Kamis, 28 November 2013

PROMOTION OF KNOWLEDGE

Promotion of Knowledge, Attitude, and Practice on Healthy Lifestyle Through Exercise Group
Diposting oleh : Desy Hiryani
Kategori: Health Education and Behavioral Science - Dibaca: 110 kali

Promosi Pengetahuan, Sikap, dan Keterampilan Berpola Hidup Sehat pada Kelompok Senam

Volume 7 Nomor 9

L. Meily Kurniawidjaja, Dadan Erwandi, Ike Pujiriani
Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia

Abstract
Urban exercise groups are often triggered by the perception of the severity and threat of coronary heart diseases and stroke (cardiovascular disease). But many of them are still high in cardiovascular disease risk i.e. overweight and high cholesterol. Cardiovascular disease risk factors can be reduced by healthy lifestyle. This study aimed to assess the effectiveness of recognition, analysis, planning, communication, preparation, implementation, evaluation and continuity health promotion strategy in enhancing the knowledge, attitude and practice of healthy lifestyle among the exercise group members. Pretest and posttest design was used to assess the effectiveness of 10 months intervention among 60 participants aged 58,26 (27-93) year-old, most of them (93,33%) were ladies from two exercise groups in Kelurahan Pulogadung. The intervention improved the score of pre-posttest (58%), the willingness to share the healthy menu and to fill the healthy lifestyle self-monitoring form, and to practice healthy lifestyle e.g. cooking the prudent food, minimum 4 times a week exercise, 7 - 8 hours sleeping and enough leisure time. Additionally, this groups had successfully pro-duced The Multiethnic Healthy Food Cooking book. It was concluded these health promotion model could enhance the healthy lifestyle of the exercise group members.
Keywords: Excercise grup, urban community, cardiovascular disease, healthy lifestyle, health promotion

Abstrak
Pendirian grup senam masyarakat perkotaan sering dipicu oleh ancaman penyakit jantung koroner dan stroke (penyakit kardiovaskular). Banyak di antara mereka masih berisiko tinggi penyakit kardiovaskular antara lain berat badan lebih dan kadar kolesterol tinggi serta faktor umur dan genetik,
tetapi faktor risiko penyakit kardiovaskular dapat diturunkan dengan pola hidup sehat. Tujuan penelitian ini adalah menilai pengaruh metode promosi kesehatan dengan pendekatan siklus rekognisi, analisis, perencanaan, komunikasi, persiapan, implementasi, evaluasi, dan kelanjutan dapat
meningkatkan pengetahuan, sikap dan praktik ibu-ibu pesenam tentang pola hidup sehat. Penelitian ini menggunakan  pretest and posttest design untuk menilai hasil intervensi pada 60 orang berusia rata-rata 58,26 tahun dan hampir semua (93,33%) adalah perempuan pada dua kelompok senam di Kelurahan Pulogadung selama 10 bulan. Hasil penelitian memperlihatkan peningkatan nilai posttest (58%) pengetahuan peserta, peningkatan sikap dengan mau berbagi menu sehat dan mengisi alat pantau diri, serta peningkatan keterampilan berpola hidup sehat berupa menyusun menu sehat, bersenam minimal empat kali seminggu, tidur 7 - 8 jam perhari dan cukup istirahat. Selain itu, kelompok ini berhasil menyusun buku  Masak Makanan Sehat . Disarankan kegiatan ini dapat diterusan dengan penyajian dan diskusi makanan bijak secara berkala sekali dalam dua bulan dengan menggunakan dana yang terkumpul dari iuran sukarela.
Kata kunci: Grup senam, masyarakat perkotaan, penyakit kardiovaskular, pola hidup sehat, promosi kesehatan
Diposting oleh : Desy Hiryani

Dalam orasi singkatnya, pendemo hanya menyinggung agar pihak Disdik Pesawaran, berlaku transparan terhadap sejumlah proyek , baik yang datangnya dari pusat maupun yang melalui APBD,yang masuk dan dikelola oleh Disdik setempat.

Menurut  Korlap Aksi Demo, Didi, saat dimintakan komentarnya usai melakukan aksi demo singkatnya mengatakan,Aksi yang dilakukannya tersebut sifatnya hanya mendampingi saja,Dimana para  pendemo meminta kepada Dinas Pendidikan agar transfaran didalam mengelola dana angaran  pembangunan.

“Saya disini hanya mendampingi saja ,yang jelas saya tidak mengetahui persis permasalahan yang ada disini,pastinya saya kepada dinas pendidkan agar tranfaran dan fokus didalam  membangun dan memajukan dunia pendidikan “Ungkapnya.

Sementara itu,menanggapi aksi tersebut,Yahtar selaku Sekretaris Pendidkan Pesawaran,Mengungkapkan,pihaknya tidak perlu lagi mengomentari aksi dari para pendemo itu.”Saya rasa tidak ada lgi yang pelu saya komentarai ,semuanya sudah jelas,Ya kalau mereka menuntut  tranfaran kita sudah transfaran,namun tidak semua harus terbuka dan diketahu secara umum ”Ungkapnya.

Sebelumnya menurut,Fabian jaya,selaku korlab didalam aksi tersebut,pihaknya sangat mengecam dan menginginkan Heksus selaku Kadis dicopot dari jabatanya karena ada indikasi selama menjabat melakukan Kolusi,Korupsi dan Nepotisme (KKN) didinas yang dipimpinnya,bila aksinya tersebut tidak menemui titik terang maka pihaknya pekan depan akan melakukan aksi lanjutan kekejati Lampung.

“Bila aksi ini tidak direspon,maka kami akan meneruskan aksi lanjutan,ࣨଘ⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪as pendidkan ࣨࣜ
고쇢ǎࣄࣨ”Paparnya.



⨪⨪⨪